Mengurai Rahasia Weton, Neptu, dan Ikatan Suci Abadi
Dalam budaya Jawa, pernikahan (manten) bukan sekadar penyatuan dua individu, tetapi juga penyatuan dua keluarga, dua garis keturunan, dan dua energi kehidupan. Inilah konsep fundamental dari filosofi Sangkan Paraning Dumadi (asal dan tujuan kehidupan) yang tercermin dalam setiap ritual, termasuk penentuan waktu sakral.
Tradisi ini berasal dari ilmu kuno yang dikenal sebagai Primbon Jawa, sebuah ensiklopedia pengetahuan spiritual, penanggalan, dan perhitungan alam semesta yang digunakan para leluhur.
Hari Baik Menikah bukan hanya sekadar βtanggal cantikβ, tetapi waktu yang dianggap memiliki frekuensi positif yang mendukung Weton kedua calon mempelai.
Untuk menentukan Hari Baik Menikah, diperlukan pemahaman kalender Jawa yang merupakan perpaduan siklus matahari dan bulan.
Weton adalah kombinasi antara Hari (Saptawara) dan Pasaran (Pancawara). Totalnya ada 35 weton (7 Γ 5).
Rumus:
Neptu Weton = Neptu Hari + Neptu Pasaran
Contoh: Kamis Kliwon = 8 + 8 = 16
Sabtu Pon = 9 + 7 = 16
Total Neptu Pasangan = 32
Gabungan Total Energi = Total Neptu Pasangan + Neptu Hari Pernikahan
Contoh: Jumat Legi = 6 + 5 = 11
32 + 11 = 43
Menentukan Hari Baik Menikah adalah bentuk ikhtiar spiritual, bukan penentu mutlak nasib rumah tangga.
Informasi ini berdasarkan Primbon Jawa sebagai tradisi budaya. Keberhasilan pernikahan tetap ditentukan oleh komitmen, cinta, dan restu Tuhan.
Tanggal hari ini: 15 January 2026
Hari: Kamis (Neptu: 8)
Pasaran: Pahing (Neptu: 9)
Weton lengkap: Kamis Pahing
Total Neptu: 17
Tipe 'Lakuning Gunung' (berjalannya gunung). Ambisius, cerdas, dan tegas, mampu memimpin. Wataknya keras kepala, tidak mudah menyerah, dan penuh semangat. Sering disalahpahami karena sikapnya yang dominan.
Bagus sekali dan berlimpah dalam bidang profesional, bisnis, atau jabatan tinggi. Neptu tertinggi yang menjanjikan kemakmuran.